Bagaimana Mencari Lailatul Qadar? - Abang Terlajak Laris


Bagaimana Mencari Lailatul Qadar?


Lailatul Qadar adalah malam kebaikan, yang kebaikan di dalamnya tak boleh didapatkan pada malam selainnya. Maka siapa yang terhalang dari mendapatkan kebaikan di dalamnya, bererti ia telah terhalang mendapatkan semua kebaikan. 

Dan tidak terhalang dari mendapatkan kebaikannya, kecuali orang yang diharamkan dirinya dari kebaikan. Oleh kerana, itu sudah sewajarnya seorang muslim bersungguh-sungguh mancari malam tersebut dan menghidupkannya dengan melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara maksimal. 

Dan menghidupkannya harus didasarkan kepada iman dan berharap pahala kepada Allah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan solat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar ini telah dimulai sendiri oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mengabarkan hadits di atas. Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh (pada sepuluh hari terakhir) yang tidak biasa beliau lakukan pada malam-malam sebelumnya.” (HR. Muslim)

Hendaknya seorang muslim memperbanyak solat, tilawatul Qur’an, shadaqah, dzikir dan doa di dalamnya. Dianjurkan juga untuk menjauhi isteri untuk memaksimalkan ibadah di malam itu, serta membangunkan keluarganya untuk ikut menghidupkan malam kemuliaan tersebut. Dikhabarkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ – أَيْ الْعَشْرُ الْأَخِيرَةُ مِنْ رَمَضَانَ – شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apabila sudah masuk sepuluh –maksudnya sepuluh hari terakhir Ramadhan- beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Muttafaq ‘alaih)

Berdoa Pada Lailatul Qadar

Dianjurkan untuk membanyak doa pada malam yang agung ini, Lailatul Qadar. Doa apa saja yang mengandungi kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, kerana ia termasuk waktu mustajab. 

Dan di antara doa khusus yang disyariatkan untuk dibaca di dalamnya adalah apa yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku.” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)


Semoga bermanfaat. 

No comments

Powered by Blogger.